Pertama di Dunia, Usaha Kuliner di Kisaran Ini Sediakan Porsi Gratis Untuk Ibu Hamil

Pertama di Dunia, Usaha Kuliner di Kisaran Ini Sediakan Porsi Gratis Untuk Ibu Hamil

Ket Gambar: Ket Gambar. Ayam Penyet Boedjangan yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja No 504 Kisaran.

Kisaran.online, KISARAN | Bisa jadi, rumah makan Ayam Penyet “Boedjangan”, yang terletak di jalan Sisingamangaraja No. 504, Kisaran Kabupaten Asahan ini satu satunya rumah makan di dunia yang menyediakan porsi gratis khusus untuk ibu hamil.

Sejak usaha kuliner tersebut pertama kali dibuka pada bulan Oktober 2017 lalu hingga kini, tercatat sudah ratusan ibu hamil berkunjung membuktikannya.

Budiman Manurung, si pemilik usaha mengakui ide pertama sekali membuat usaha tersebut terinspirasi dari sang istri yang  ketika itu sedang hamil. “Selama sembilan bulan, kehidupan orang hamil itu sangat berat. Belum lagi dia harus bertaruh nyawa untuk kelahiran anaknya. Kasihan lihatnya,” ujarnya.

Pertama kali merencanakan untuk membuka usaha dengan ide tak biasa dalam bisnis kulinernya ini Budiman tak merasa takut kalau usahanya bakal merugi. Setiap hari ada 7 – 10 orang ibu hamil yang datang ke tempat usahanya.

 “Alhamdulillah, masih ada untungnya. Tak pernah saya takut meski tiap hari ada saja ibu hamil yang datang kesini, perlakuannya tetap sama,” ujar pria yang pernah duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Asahan ini.

Ayam penyet boedjangan ini menyediakan aneka menu diantaranya, ayam, lele, bebek, basor, dengan sambal tumis pedas maupun bakar. Sementara itu, untuk porsi  gratis yang dia berikan di dua menu andalan mereka, yakni yakni ayam penyet dan sop buah.

Ia menceritakan dibulan pertama usahanya buka dan membukukan kedatangan 163 orang ibu hamil. Kemudian, dibulan kedua kedatangan ibu hamil semakin meningkat menjadi 190 orang dengan rata rata tujuh sampai sepuluh  orang  ibu hamil setiap harinya. Pihaknya juga tak pernah mempersoalkan manakala ada ibu hamil yang sering datang makan gratis ke usahanya.

“Ayam Penyet Boedjangan mempertahankan cita rasanya. Olahan makanan yang kami jual tidak asal asalan,” katanya.

Untuk memulai usahanya didukung sang istri, Budiman juga mengaku telah melakukan puluhan kali percobaan menu kepada tetangga sekitar untuk mencicipi makanan sebelum menjualnya.

Ditanya mengapa memilih nama “bujangan” Budiman menjelaskan ada cerita menarik sebelum memilih nama tersebut.  “Disekitar tempat tinggal dan usaha saya ini dikelilingi para duda yang sekarang statusnya bujangan. Jadi udah kompromi sama istri kenapa gak pilih nama bujangan itu saja. Lagi pula para bujangan – bujangan ini yang memberikan masukan sebelum usaha ini dibuka,” ujarnya tersenyum. (KIS-02)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook