Erick Tewas Diduga Terlibat Cinta Segitiga

Erick Tewas Diduga Terlibat Cinta Segitiga

Ket Gambar: Suasana pemakaman Erick Yayohan Siagian di Perkuburan Wakaf Batu V , Desa Air Putih I, Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Jumat, (5/1/2018). / Foto. Ismanto Panjaitan.

Kisaran.online, Meranti l Kematian Erick Jayohan Siagian, warga Desa Air Putih Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, menyisakan tangis dan tanya bagi pihak keluarga. Anak kedua dari enam bersaudara itu tewas dengan luka tusukan sebanyak 2 kali pada bagian perut, dalam perjalanan menuju ke acara pesta muda mudi perayaan Tahun Baru (Bona Taon), di Desa Air Putih II, Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Kamis (4/1/2018) dini hari.

Tangisan keluarga dan warga mewarnai keberangkatan jenazah korban, dari rumah duka menuju tempat peristirahatan terakhir, di Perkuburan Wakaf Batu V , Desa Air Putih I, Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, Jumat, (5/1/2018).

Hingga saat ini, identitas pelaku dan motif yang menyebabkan pria berusia 21 tahun itu tewas, belum terungkap. Kuat dugaan, korban tewas akibat cemburu, karena terlibat cinta segitiga. Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, korban dan Trisna Napitupulu, (diketahui sebagai kekasih korban) mengikuti acara pesta Bona Taon (pesta muda mudi tahun baru).

Disela sela menikmati musik, Trisna didatangi oleh seorang pemuda. Dalam kesempatan itu, Trisna dan pemuda tersebut sempat terlibat adu mulut, tanpa sepengetahuan korban.

Selanjutnya, korban mengantarkan Trisna pulang sekitar pukul 00.00 WIB dini hari. Sesampainya dirumah, Trisna meminta Erick supaya menginap, dengan alasan sudah larut malam. Namun, permintaan Trisna ditolak korban. Korban tetap bersikeras pulang, sambil mengatakan akan kembali ke acara pesta Bona Taon. Meskipun sarannya ditolak, Trisna tetap mengingatkan korban supaya langsung pulang, sambil berpesan jangan melintas di lokasi acara pesta.

Korban disarankan Trisna supaya pulang melalui jalan Kampung Durian. Pesan tersebut juga ditegaskan Trisna melalui pesan singkat (SMS). Kendati demikian, korban tetap kembali ke lokasi acara pesta. Nahas, korban ditikam oleh orang yang tak dikenal dalam perjalanan. Sesampainya di lokasi acara pesta, tubuh korban telah berlumuran darah. Dalam kesaksiannya, Yuni Br Simangunsong, korban sempat menyebutkan, bahwa telah ditikam oleh orang Batu Lima sebelum ambruk tak sadarkan diri.

Menurut paman korban, Aspin Siagian, Trisna dan korban diketahui telah merajut hubungan kekasih cukup lama, sejak duduk dibangku SMKN 1 Meranti. Rencananya, pasangan kekasih tersebut akan menikah pada 2019.

"Keduannya (korban dan Trisna) memang ada rencana menikah pada 2019. Tapi takdir berkata lain," katanya.

Aspin menyebutkan, bahwa korban selama ini bekerja di Tanjungbalai Karimun. Kepulangan korban, Minggu (31/12/2017), untuk merayakan Natal dan Tahun Baru ke Kampung Halaman. Namun pemuda yang dikenal berbakti kepada kedua orang tuanya dan kerap membantu keuangan keluarga itu, telah tiada untuk selamanya.

Sementara itu, menurut keterangan sejumlah warga, Trisna diketahui menjalin kekasih dengan pria lain, selain dengan korban. Namun, Trisna sudah meminta berhenti berhubungan (putus) dengan pria lain tersebut.

"Tapi kabarnya, pacarnya itu menolak putus dan cemburu. Kuat dugaan, korban tewas akibat persoalan asmara. Karena, si perempuan itupun sering disebut sebut punya banyak pacar," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, pihak kepolisian belum bisa mengungkap identitas pelaku dan motif kasus pembunuhan tersebut. Kanit Jatanras Polres Asahan IPDA M Khomaini, mengungkapkan, bahwa pihaknya saat ini melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pelaku yang menewaskan korban.

Sejauh ini, sebanyak 8 saksi telah diminta keterangan, terdiri dari orang dekat korban, orang yang melihat dan membantu korban saat dibawa ke klinik dan rumah sakit. "Pelaku dan motifnya masih dalam proses penyelidikan. Sejauh ini, ada 8 saksi yang sudah diminta keterangannya," kata Khomaini, saat dihubungi melalui aplikasi pesan whatsapp. (kis-01)

 

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook