Derita Kangker Kelenjar Getah Bening, Janda Tukang Parkir Ini Harapkan Bantuan

Derita Kangker Kelenjar Getah Bening, Janda Tukang Parkir Ini Harapkan Bantuan

Ket Gambar: Ibu Asmah Panjaitan penderita kanker kelenjar getah bening./Paimin

kisaran.online | Asahan : Asmah Panjaitan (66) warga Dusun I Desa Pulau Rakyat Tua, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan ini sudah sekir 7 bulan menderita penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening di bahagian leher kanan menyebabkan dirinya tidak bisa bebas beraktifitas.

Janda dua anak ini saat didampingi anak pertamanya Ainun (36) menuturkan kepada wartawan tentang penyakit yang di deritanya. Kelainan kelenjar tersebut di ketahui sekitar bulan Desember 2018 lalu.

Awalnya terdapat benjolan bulat di lehernya itu sebesar kelereng, dengan cepat semangkin menjalar hingga sebesar telur ayam kampung dan kini sudah sebesar bola kasti, sering sering dirasakannya sakit dan kadang disertai demam tinggi.

“ Upaya pengobatan secara tradistradisional sudah dilakukan, tapi tidak ada hasil dan uang sudah habis “ kata Asmah saat ditemui di rumahnya, Sabtu (27/7/2019).

Asmah merupakan tulang punggung keluarga yang kesehariannya menjaga parkir kenderaan sepeda motor anak sekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) depan rumahnya.

Ia harus menanggung beban yang berat untuk membiayai pengobatan penyakitnya disamping masih menanggung biaya hidup dan sekolah seorang anaknya lagi. Namun demikian ia tidak putus asa dan tetap berusaha berobat menggunakan obat tradisional yang disarankan orang lain demi kesembuhan penyakitnya itu.

Namun belakangan dirasakan benjolan di lehernya semangkin membesar dan terasa sakit, lantas diperiksakannya ke Puskesmas Pulau Rakyat. Oleh pihak Puskesmas Asmah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Abdul Manan Simatupang Kisaran.

Dari hasil diagonosa benjolan sebesar telur ayam di lehernya itu Tumor Colli Dextra atau Kelenjar Getah Bening, maka harus dirujuk kembali ke rumah sakit dr. Pringandi Medan bagian Bedah Ongkologi pada tanggal 8 Juli 2019 lalu.

“ Saat di rumah sakit dr. Pringadi dokter bedah onkologi masih libur, disamping itu kami juga harus miminta kembali surat rujukan THT dari rumah sakit umum Kisaran karena adanya pembusukan dalam hidung ibu saat dilakukan pemeriksaan awal “ ungkap Ainun.

Lebih lanjut Ainum menjelaskan, karena belum ada kepastian kapan dilakukannya operasi terhadap penyakit ibunya tersebut, dan tidak memiliki biaya sewa tempat tinggal menunggu di Medan diputaskan untuk pulang ke rumah dulu.

“ Taruh lah biaya operasi ditanggung oleh BPJS, tapi biaya tak diduga, pembelian obat yang harus dibeli sendiri dan biaya sewa tempat inap selama menunggu di Medan darimana uangnya “ ungkap Ainun.

Memang diakui belum lama ini ibunya Asmah mendapat sumbangan dari warga yang dihimpun kepala dusun dan uang tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Pulau Rakyat Tua Hamzah Siagian kepada Asmah sebesar lebih kurang Rp 2 juta.

Tetapi uang tersebut sudah habis digunakan untuk membeli susu khusus untuk penderita kanker, dan membeli obat-obatan sesuai anjuran dokter yang tidak ditanggung oleh BPJS.

“ Kami belum tahu kapan ibu ke rumah sakit Pringadi untuk menjalani operasi penyakitnya karena belum punya uang untuk kebutuhan di Medan, masih ada batas rujukan sampai tanggal 10 Oktober 2019 “ ungkap Ainun sembari berharap bantuan donatur maupun Pemkab Asahan demi kesembuhan ibunya dari penyakit yang dideritanya. (Kis-04)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook