Warga Desa Bandar Selamat Aek Songsongan Selamatkan Tapir

Warga Desa Bandar Selamat Aek Songsongan Selamatkan Tapir

Ket Gambar: Seekor Tapir saat diketemukan warga terjebak dalam galian parit bekoan. /Ist.

 
Kisaran.online | Asahan - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) SU Seksi Konservasi Wilayah lll mengapresiasi kepedulian warga desa Perkebunan Bandar Selamat yang sudah membantu proses penyelamatan satwa dilindungi.
 
Sebagaimana diketahui seekor Tapir hewan langka dilaporkan warga ke Mapolsek terdekat terjebak ke dalam lobang galian ditengah area perkebunan milik PTPN lll Bandar Selamat  Desa Perkebunan Bandar Selamat Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan, pada Sabtu (17/8). 
 
Hewan tersebut ditemukan dalam kondisi hidup. Warga kemudian berusaha menolongnya dengan memanggil tim BKKSDA untuk dievakuasi dan dikembalikan ke habitatnya.
 
Tim BKKSDA yang datang langsung dari Medan akhirnya mengevakuasi Satwa dengan nama latin Tapirus indicus itu dari galian parit bekoan dibantu warga sekitar.
 
"Tapir ini terjebak ke dalam lobang galian pembuangan air dengan kedalaman 2,5 meter sejak pagi Kemudian dievakuasi dengan cara mengangkat. 
 
"Selama  terjebak dilobang warga tidak berani mengambil tindakan. Hanya saja warga memberikan makan dedaunan. Kondisinya sehat," ungkap Arief tim BKKSDA yang ikut mengevakuasi Tapir ini.
 
Bagi warga setempat hewan ini dikenal dengan nama Cipan. Tapir adalah salah satu satwa dilindungi dengan UU nomor 7 tahun 1999. Hewan ini tergolong langka di wilayah Sumatera.
 
"Secara umum, pengetahuan warga desa terhadap Tapir ini sangat minim. Warga juga mengaku Tapir salah satu satwa liar," kata Arief. 
 
Ia lebih lanjut menjelaskan satwa ini nantinya akan di bawa ke Pematang Siantar setelah dicek oleh dokter hewan kondisi kesehatannya.
 
 Arief menyebutkan ,warga Desa Perkebunan Bandar Selamat secara umum sangat takut dengan Tapir. Karena cerita yang turun temurun, Tapir dianggap satwa liar dan jarang ditemukan. (Kis02/int)
 
 

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook