Usai Dilantik, Anggota DPRD Asahan Terpilih Diminta Permata KPK Jangan Korup

Usai Dilantik, Anggota DPRD Asahan Terpilih Diminta Permata KPK Jangan Korup

Ket Gambar: Sejumlah demonstran saat berunjukrasa di depan pagar Kantor DPRD Kabupaten Asahan, Senin (9/9/2019)

kisaran.online l Kisaran: Fungsi legialatif, sejatinya, sebagai pengawas kinerja eksekutif. Fungsi tersebut sangat penting sebagai penyeimbang agar eksekutif sebagai lembaga teknis penyelenggaraan pemerintahan, tidak sewenang-sewenang.

 
Sejalan dengan itu, Pergerakan Mahasiswa Tangkap Komplotan Para Koruptor (Permata KPK) Asahan meminta kepada anggota DPRD Kabupaten Asahan terpilih, peridoe 2019-2024, supaya menjalankan fungsinya itu. 
 
Permintaan tersebut disampaiakan  Sholahuddin Marpaung, Penanggungjawab Permata KPK Asahan, dalam aksi unjuk rasa di gedung DPRD Asahan, Kisaran, Senin (9/9/2019). 
 
Aksi unjuk rasa yang melibatkan sejumlah aktivis dan mahasiswa itu, bertepatan dengan acara pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD Asahan Periode 2019-2024.
 
Mencermati proses Pemilu 2019 yang lalu, menurut Sholahuddin Marpaung, atau yang biasa disapa dengan Soleh itu, dugaan politik uang masih mendominasi para calon legislatif (caleg) dalam meraup suara. 
 
Jika benar terjadi, praktik tersebut akan menjadi preseden buruk. Karena para wakil rakyat itu, lahir dari hasil demokerasi yang tidak sehat dan berpotensi korup. 
 
Sebab, bagaimana mungkin seorang legislator terpilih--dengan modal uang ratusan juta rupiah, atau bahkan hingga miliaran, tidak berpikir akan mengembalikan modalnya?  
 
"Pertanyaannya, dengan cara bagaimana dia akan mengembalikan modalnya. Tidak tertutup kemungkinan, dia akan mengembalikannya dengan cara-cara tidak sehat," ujarnya. 
 
Tidak asing terdengar saat ini, lanjut Soleh, bagaiamana oknum-oknum anggota dewan bermain proyek, bantuan sosial, dan pengesahan-pengesahan peraturan, dan lain sebagainya. 
 
Belum hilang dari ingatan, sejumlah oknum anggota DPRD Sumut dibui akibat korupsi. Begitu junga dengan kabupaten/kota lainnya. 
 
Peristiwa yang terjadi itu katanya,  bukan semata-mata karena kesilapan. Tapi akibat keinginan mengembalikan modalnya pada saat pemcalonan. Juga termasuk sikap serakah, tamak dan sifat culas lainnya. 
 
"Karena itu, kami meminta kepada seluruh anggota dewan terpilih, untuk berada dijalan yang lurus. Tidak melanggar sumpah, dan bekerja demi kepentingan rakyat," pungkasnya. 
 
Pantauan kisaran.online, para demonstran disambut salah seorang anggota DPRD Asahan Handi Afran. Pada kesempatan itu, Handi Afran mengucapkan terimakasih karena sudah diingatkan.
 
Ia berjanji akan menyampaikan permintaan para demonstran kepada rekan-rekannya, supaya bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi anggota legislatif. (Kis-001)
 

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook