Pengelolaan DD Sei Piring Jadi Sorotan, Kolam Ikan Rp 100 Juta Diduga Mark Up

Pengelolaan DD Sei Piring Jadi Sorotan, Kolam Ikan Rp 100 Juta Diduga Mark Up

Ket Gambar: Lokasi kolam ikan di areal HGU PT. PP Lonsum Gunung Melayu.

 

Kisaran.online | Asahan : Pengeloaan dana desa (DD) tahun 2019 pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa di Desa Sei Piring, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan menjadi sorotan. Selain terdapat kejanggalan diduga mark up, salah satunya pembuatan Kolam Ikan dan Budidaya Ikan senilai Rp 100.000.000, yang rencananya di lahan 4 x 10 meter areal HGU PT.PP Lonsum Gunung Melayu Pondok Desa Sei Piring.

Kepala Desa Sei Piring, Basuki saat korfirmasi wartawan mengatakan, APBDes Tahun 2019 terdapat 10 item Bidang Pembangunan masyarakat Desa, namun yang sudah terealisasi masih 3 item, yakni 1. Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Lembaga Desa dananya Rp 165.470.000, 2. Pelatihan Tata Kecantikan Rambut Tingkat Lanjutan dananya Rp 76.000.000, 3. Pelatihan Komputer Design Grafis dananya Rp 70.000.000.

" Belum terealisasi semua, karena dananya belum seluruhnya cair, masih ada Rp 320.000.000 lagi " ungkap Basuki.

Lanjut dijelaskan Basuki, pembuatan Kolam Ikan dan Budidaya Ikan dengan dana seratus juta itu, untuk membeli bak piber sebanyak 10 unit, per-unit harganya Rp 5.000.000 (sebesar Rp 50.000.000, red). Selainnya akan digunakan membeli bibit ikan tawar seperti lele jumbo, nila dan gurami. Selain itu untuk biaya pakan ikan, pelatihan pemeliharaan ikan yang pengelolaannya akan diserahkan kepada remaja Karang Taruna desa setempat.

" Tapi entah jadi entah enggak, enggak tahu, kalau enggak jadi ya silpa, kan belum keluar dananya pak“ ujar Basuki yang pada 27 September tahun ini berakhir masa jabatannya sebagai Kepala Desa dan dirinya tidak mencalonkan diri lagi menjadi Kepala Desa Sei Piring periode 2019-2025, karena menderita peyakit diabetes.

Secara terpisah Sekdes Sei Piring, Eli dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/9/2019) enjelaskan, bahwa Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun Anggaran 2019 yang sudah dilaksanakan sebenarnya ada 6 item, 3 lagi yaitu: 1. Pelatihan Tata Boga dengan dana sebesar Rp 10.000.000, Pelatihan Kerajinan Tata Rias Pengantin dananya Rp 50.000.000, 3. Tata Kecantikan Rambut Tingkat Lanjut dannya Rp 76.000.000.

“ Sudah 6 item yang terlaksana, 5 item lagi belum, karena DD tahap 3 belum turun semua“, beber Eli seraya menjelaskan ketiga item itu, 1. Pembuatan Kolam Ikan dan Budidaya Ikan Rp 100.000.000, 2. Pelatihan Teknik Menjahit Gorden Rp 65.000.000, 3. Pelatihan Kerajinan Tangan Dari Kulit Dan Kain Pecah Rp 50.000.000, dan 4. Tata Busana Rp 70.000.000.

Sementara itu ketua LSM Pijar Keadilan Kabupaten Asahan, Dahmanhuri Marpaung menaggapi adanya penggunaan anggaran DD untuk Perdayaan Masyarakat Desa di Sei Piring dinilai tidak wajar, salah satu contoh pembuatan kolam ikan dan budidaya ikan senilai Rp100.000.000, dana dinilai tidak wajar dan diduga mark up, seperti harga bak piber yang harganya mencapai Rp 5 juta. Selain itu bagaimana MoUnya.

"Apakah sudah mendapat rekomendasi dari pimpinan pusat perusahaan itu, kalau hanya berdalih mengantongi izin sebatas manager, Pemerintah Desa tidak akan bisa berbuat apa-apa bila lahan tersebut dibutuhkan untuk ditanamani kelapa sawit atau membangun perumahan karyawan “ ujar Dahmanhuri.

Kejanggalan lain, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Masyarakat Desa yang belum terealisasi sebanyak 4 item berjumlah Rp 285.000.000, tetapi penjelasan Kades DD tahap 3 yang belum cair sebesar Rp 320.000.000, masih ada sisa Rp 35.000.000 lagi.

“ Kepada penegak hukum selaku pengawasan serta inspektorat dan BPK sebagai lembaga Auditor keuangan negara agar memeriksa pengelolaan keuangan desa di Desa Sei Piring untuk dapat dipertanggung jawabkan dengan jelas, jujur dan transparan “ tandas Dahmanhuri. (Kis-04)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook