Tiga Hari Hilang di Aek Silau, Ranto Akhirnya Ditemukan Tewas

Tiga Hari Hilang di Aek Silau, Ranto Akhirnya Ditemukan Tewas

Ket Gambar: Tim BPBD Asahan dan SAR saat mengevakuasi jasad korban hanyut di Aek Silau. / Foto dok. BPBD Asahan.

 

Kisaran.online | Asahan – Usai sudah usaha pencarian Harianto Aruan alias Ranto (19) warga Warga Dusun I, Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan. Sejak dilaporkan oleh keluarga hilang di kawasan Aek Silau, pada Minggu (8/9) siang, pemuda itu akhirnya ditemukan tewas oleh Tim BPBD Asahan, pada Rabu (11/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Jasad korban ditemukan mengambang dalam posisi terlentang oleh tim BPBD Asahan tak jauh dari tempat dia dilaporkan hilang oleh keluarganya. Sebelumnya, pria yang diketahui bekerja sebagai kuli bangunan ini  pamit ke keluarga untuk memancing di sungai seorang diri pada pagi hari.

Korban yang curiga karena menjelang malam Ranto tak kunjung pulang akhirya mencari dia di pinggiran sungai dan menemukan barang barangnya di tepi sungai diantaranya satu tas, satu alat pancing, dan telepon seluler (ponsel). Selain itu, sepeda motor korban juga masih terparkir di pinggir Sungai Aek Silau.

“Pihak keluarga menduga Harianto jatuh dan hanyut terbawa aliran Sungai Aek Silau yang cukup deras,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/9).

Khaidir menjelaskan, pihak keluarga sebelumnya sudah berupaya mencari Harianto. Namun, karena upaya pencarian tidak membuahkan hasil, keluarga kemudian melaporkan kepada kepala desa dan petugas polsek setempat. Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk melakukan pencarian korban pada Senin (9/9/2019) kemarin.

“Pencarian korban dimulai pada Senin kemarin dan hari ini (Rabu) jasadnya ditemukan tewas di sungai tak jauh dia dilaporkan menghilang,” ucapnya.

Upaya tim gabungan sejak Senin kemarin telah melakukan penyisiran aliran sungai, mulai dari titik korban diduga jatuh. Kendala medan yang cukup curam dan terjal serta aliran sungai yang deras membuat petugas mengalami kesulitan mencari korban. Untuk mencapai bibir sungai saja, petugas harus turun dari lereng terjal sedalam 200 meter.

“Arus sungai juga sangat deras, berbatu dan ditumbuhi semak belukar sehingga menyulitkan proses pencarian korban,” kata Khaidir sembari menambahkan usai ditemukannya jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. (Kis02)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook