Jaka Maulana, Calon Kades Muda Desa Pondok Bungur Siap Baktikan Diri Untuk Warga

Jaka Maulana, Calon Kades Muda Desa Pondok Bungur Siap Baktikan Diri Untuk Warga

Ket Gambar: Jaka Maulana, calon kepala desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga.

 

Kisaran.online | Asahan – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupten Asahan akan digelar pada tanggal 18 Desember 2019. Pada kompetisi politik desa ini, banyak bermunculan calon Kades yang masih berusia muda terpelajar dengan berbagai latarbelakang pendidikan. Harapan seolah muncul, banyak masyarakat mengharap tenaga dan kreasi pemikiran anak  muda menjadi motor membangun desa.

Di Desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan, salah satu sosok calon kades muda itu bernama Jaka Maulana, S.Sos. Anak muda kelahiran 19 Juli 1994 ini mengaku termotivasi untuk membangun desanya dengan landasan niat bekerja untuk ibadah.

“Visi misi saya adalah bekerja melayani masyarakat desa  Pondok Bungur dilandasi dengan niat ibadah demi tercapainya masyarakat desa pondok bungur yang maju, tumbuh sejahtera dan berakhlak mulia,” ujar pria yang memegang izasah lulusan sarjana sosial ini.

Ia melihat pertumbuhan pembangunan ekonomi di desanya saat ini belum cukup baik, dimana warga mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani masih jauh dari harapan terkait tersedianya infrastruktur pertanian seperti akses jalan, drainase dan lainnya. Menurutnya harus ada akselerasi pembangunan penopang masyarakat yang bisa mendorong cepatnya pembangunan di desa.

Anak ke empat dari pasangan suami istri almarhum H Setu dan Hj Suriyanti ini yang juga lulusan sarjana sosial dari Institut Agama Islam Darul Ulum (IAIDU) Asahan ini juga tak memungkiri ada segelintir masyarakat yang meragukan kemampuannya sebab belum teruji dan pengalaman jika dibandingkan dengan rivalnya yang merupakan petahana.

Namun ia sendiri berkeyakinan dan sudah mendapatkan masukan dari banyak orang termasuk tokoh tokoh serta dari orang tua saat ini anak muda harus tampil didepan. Sebab sampai saat ini belum ada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan  yang diperbuat untuk warga desa. 

 “Saya sudah banyak menjumpai tokoh masyarakat, orang tua dan warga desa yang mengeluhkan lambannya pembangunan desa kami jika dibandingkan dengan desa tetangga. Kita cukup ketinggalan, karena memang banyak pembanguanan di desa ini ditempatkan tidak sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.

“Semoga niatan tulus ini dimudahkan Allah dan mendapat dukungan dari masyarakat untuk bekerja sama dan sama sama membangun Desa Pondok Bungur yang juga tanah kelahiran saya,” ucapnya.  (kis02)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook