Petugas Keamanan Kebun PT. Lonsum Kembali Tangkap Pencuri Kelapa Sawit

Petugas Keamanan Kebun PT. Lonsum Kembali Tangkap Pencuri Kelapa Sawit

Ket Gambar: Tim Pengaman kebun PT. Lonsum Gunung Melayu saat mengamankan tersangka pencuri sawit. /pai

Kisaran.online | Asahan : Tim Pengaman Perkebunan PT. Lonsum Gunung Melayu kembali menangkap pelaku pencurian Tandan Belapa Sawit (TBS) di areal kebun Devisi 05 SPA Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, 

JS (mantan karyawan PT. Lonsum SPB), penduduk Desa Rahuning I, Kecamatan Rahuning, Senin (13/1/2020) sekira pukul 18.30 WIB ditangkap tim Buser/Scuriti dan BKO serta Danru pengamanan kebun di areal Blok 10115012.

" Melihat seseorang sedang melakukan pencurian Buser dan Scuriti langsung menginfomasikan kepada Petugas BKO, kemudian melakukan pengintaian di areal ladang kampung. Pada saat pelaku memikul buah kelapa sawit keluar ke ladang kampung, tim Buser, BKO JW. Sirait dan Danru J. Purba langsung melakukan penangkapan kepada tersangka " tutur Pairun selaku Komandan Buser PT. Lonsum saat ditemui wartawan, Selasa (14/1/2020).

Dijelaskan Pairun dari tersangka tim mengamankan 7 janjang buah sawit ,1 buah egrek dan 1 buah tojok. " Tersangka malam itu juga langsung kami serahkan ke Polsek Pulau Raja " imbuhnya.

Secara terpisah Askep Kebun PT. Lonsum Gunung Melayu, Firman dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/1/2020) membenarkan petugas keamanan kebun telah menangkap seorang laki-laki yang diduga pelaku pencurian kelapa sawit di kebun PT. Lonsum, dan tersangkanyabeserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Pulau Raja.

" Mudah-mudahan tersangka bisa diproses sesuai dengan undang-undang nomor 39 tahun 2014 Tentang Perkebunan Pasal 107, dimana disebutkan setiap tindak pidana pencurian di lahan perkebunan dapat dihukum kurungan selama 4 tahun penjara " pinta Askep.

Lebih lanjut Firman mengharapkan dengan diberlakukannya UU No.39 Tahun 2014, agar dapat menjadikan efek jera bagi tersangka maupun yang lainnya.

" Dengan diberlakunya undang-undang nomor 39 tahun 2014 mereka (pencuri, red) akan berpikir melakukan pencurian di kebun, tapi kalau yang digunakan PERMA (Peraturan Mahkamah Agung) nomor 2 tahun 2012 ancaman hukuman paling paling tinggi hanyalah 3 bulan penjara, terhadap tersangka atau terdakwa tidak dapat dilakukan penahan, dan tentunya tidak dapat menjadikan efek jera ," pungkas Askep. (Kis-04)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook