Pengakuan Keluarga Pasien Penderita Diabetes dari Labuhanbatu, Banyak Tertolong JKN-KIS

Pengakuan Keluarga Pasien Penderita Diabetes dari Labuhanbatu, Banyak Tertolong JKN-KIS

Ket Gambar: Riduan, mendampingi ayahnya menjalani rawat inap menceritakan manfaat JKN KIS yang dirasakan keluarga.

 
 
Kisaran.online | LABUHANBATU - Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah tak terasa lima tahun lebih hadir memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Indonesia. Banyak pasien yang tertolong akan kehadiran program ini, salah satunya  Mulkan Nasution (66) salah seorang penderita Diabetes Melitus atau kencing manis.
 
Telah 10 tahun lamanya ia menderita penyakit tersebut. Mulanya ia berobat dengan biaya mandiri tanpa asuransi jaminan kesehatan manapun. Ditemui di RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Riduan anak lelaki Mulkan bersedia berbagi cerita saat menunggui ayahnya menjalani rawat inap. 
 
 
“Memang ayah sudah sakit gula (kencing manis) sudah sekitar 10 tahunan. Selama itu memang kami tidak pakai asuransi jadi cuma bayar sendiri saja,” tutur sang anak, M. Ridwan Nasution (20) mendampingi ayahnya yang sedang terbaring. 
 
Keluarganya, baru menyadari pentingnya JKN-KIS setelah adanya rekomendasi orang terdekat sehingga ia mendaftarkan keluarganya sebagai peserta JKN-KIS kelas 2.
 
“Memang banyak yang sarankan kami daftar JKN-KIS saja, makanya kami daftar pertengahan Oktober kemarin. Sekarang sudah seminggu aktif sebagai peserta JKN-KIS kelas 2,” aku Ridwan yang didampingi sang ibu yang juga sudah renta.
 
Ridwan mengatakan bahwa JKN-KIS sangat dibutuhkan keluarganya saat ini sebagai antisipasi kesehatan keluarga dan mengaku saat ini keluarganya tidak ada kendala dalam pembayaran iuran JKN-KIS.
 
“Memang (JKN-KIS) sangat kami butuhkan saat ini karena kan ayah dan ibu sudah tua, bekerja sehari-hari sebagai petani dan saya saat ini masih kuliah, sedangkan abang sudah berkeluarga semua. Tinggal saya dan adik saya. Jadi dengan mendaftar JKN-KIS ini ya untuk jaga-jagalah, orang tua juga biar tenang katanya,” ungkap warga Desa Sirandorung, Kabupaten Labuhanbatu tersebut.
 
Tanggal 2 November 2020 lalu merupakan pertama kalinya keluarga Ridwan memanfaatkan kepesertaan JKN-KIS. Sang ayah dilarikan ke IGD RSUD Rantauprapat dan diharuskan untuk menjalani rawat inap.
 
“Inilah pertama kalinya kami baru pakai JKN-KIS karena ayah lemas dan pusing, kurang darah juga kata dokter. Langsung dibawa ke IGD dan rawat inap,” ungkapnya.
 
Ridwan pun memuji pelayanan yang didapat keluarganya tersebut dan tidak merasakan perbedaan dengan pelayanan melalui jalur umum yang pernah didapat.
 
“Administrasi tidak sulit sedikitpun, hanya diminta Kartu Keluarga, KTP dan kartu JKN-KISnya saja. Proses sampai dirawat ke ruangan ini juga tidak memakan waktu lama hanya berkisar satu jam langsung dapat kamar. Pelayanan ketika menggunakan JKN-KIS dan melalui jalur umum ya sama saja kok mulai dari dokter, perawat sampai fasiilitas seperti kamar mandinya pun bagus juga. Tidak ada biaya-biaya tambahan termasuk obat-obatan. Alhamdulillah sudah ditanggung semua,” tutup Ridwan. (Kis-02)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook