IRT di Labusel Ini Pejuang Kesembuhan dari Diabetes, Ia Amat Bersyukur Terbantu Program JKN KIS

IRT di Labusel Ini Pejuang Kesembuhan dari Diabetes, Ia Amat Bersyukur Terbantu Program JKN KIS

Ket Gambar: Mariyani, seorang ibu rumah tangga di Labuhanbatu Selatan penderita penyakit Diabetes Melitus. Ia mengaku sangat tertolong setelah menjadi peserta di JKN KIS.

Kisaran.online | LABUSEL – Banyak orang yang menginginkan kesembuhan. Namun, niat untuk bebas dari penyakit itu biasanya akan banyak mendapat halangan khususnya dalam hal pembiyaan yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat berekonomi lemah. Namun, para pasien pejuang kesembuhan ini agaknya sedikit bernafas lega, lewat program BPJS Kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).


Seperto perjuangan kesembuhan yang dialami oleh Mariyani, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di lingkungan Kampung Banjar II, Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Ia menderita penyakit Diabetes Melitus (DM). Di Indonesia penyakit ini merupakan salah satu penyakit dengan biaya terbesar yang dijamin Program JKN-KIS.


Istri dari Kepala Lingkungan tersebut telah menderita DM sejak 14 tahun yang lalu namun baru terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pada Agustus 2019.


“Saya sudah sejak 14 tahun lalu menderita DM. Namun baru Agustus tahun 2019 lalu kami mendaftar JKN-KIS. Sejak saat itu selalu pakai JKN-KIS. Namun sejak ada kenaikan, memang turun kelas menjadi kelas III sesuai kemampuan ekonomi,” ujarnya saat berbincang bersama wartawan, Selasa (24/11/2020).


Belakangan, Mariyani harus menjalani rawat inap di rumah sakit milik pemerintah daerah. Sebelumnya sudah rutin menggunakan insulin sekitar enam tahun. Namun sempat berhenti karena bosan. Akan tetapi hal itulah yang membuat kesehatannya semakin menurun.


“Saya istirahatkan dulu tiga minggu tidak suntik insulin. Hasilnya ya jadi lemas dan menggigil juga. Saya sudah coba tahan namun saya menyerah, tidak sanggup lagi, makanya saya lanjut suntik insulin lagi. Ternyata menggigil saya juga tidak kunjung hilang. Akhirnya karena ngedrop masuk IGD” tutur Mariyani didampingi sang anak.


Beruntungnya Mariyani yang selama menjalani pengobatan DM, ia tidak membayar biaya apapun karena terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan pada program JKN KIS.


“Alhamdulillah tidak pernah dimintai biaya apapun. Dari dulu obat-obatan juga gratis semua. Namun ya ketika sedang tidak ada stok obat, kami menggunakan uang kami dahulu lalu nanti dibayar oleh rumah sakit. Untuk administrasinya juga tidak ribet dan tidak menunggu lama untuk masuk ke ruangan ini. Kita sudah dilayani dengan baik lah. Sejak terkena diabetes, agar kita tenang ya memang harus daftar JKN-KIS,” kata Mariyani. (Kis-02)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook