Rindu Sekolah, Menanti COVID-19 Berakhir

Rindu Sekolah, Menanti COVID-19 Berakhir

Ket Gambar: Rara dan Nanda saat-saat terakhir sekolah diliburkan karena Covid-19

kisaran.online l Kisaran: Suasana begitu lengang. Suara alunan musik bernuansa perjuangan tak lagi terdengar. Pun suara riuh murid-murid yang berkumpul dan bermain pada waktu istirahat. Para pedagang yang biasa menggelar jajanan ringan yang saban pagi berbaris teratur didepan pintu masuk sekolah tidak lagi di jumpai.

Keadaan ini sudah berlangsung hampir setaahun sejak ditetapkannya Corona virus desease (Covid-19) oleh pemerintah sebagai Bencana Nasional Non-Alam April 2020 lalu, semua kegiatan dialihkan kerumah. Termasuk kegiatan belajar mengajar. Kebijakan itu diambil pemerintah untuk menekan laju penyebaran wabah virus covid-19.

Awalnya para siswa merasa senang karena tidak usah bangun pagi berangkat kesekolah, tapi siapa sangka kebijakan itu akan berlangsung lama, bahkan sudah hampir tujuh bulan ini pemerintah belum juga memutuskan mengaktifkan kembali belajar di sekolah. Tidak sedikit di antara para siswa merindukan suasana sekolah di antaranya belajar tatap muka bersama guru di dalam kelas.

Tak hanya itu, para siswa juga rindu bertemu dan bergaul bersama teman sebaya di lingkungan sekolah. Rindu suasana sekolah setidaknya dirasakan Rara, siswa SD Negeri yang ada di Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Rara mengaku ingin segera kembali belajar di sekolah, karena terlalu lama belajar di rumah rasa jenuh pun tiba dengan sendirinya. Berkumpul dan bermain pada waktu istirahat juga menjadi momen yang sangat dirindukan. “Saya kangen bangku sekolah, kangen belajar bersama teman, ujar Rara, Sabtu (29/12/2020).

Selama ini pembelajaran dilakukan dengan cara jarak jauh. Guru cenderung memberikan materi pembelajaran dan tugas melalui ponsel yang kemudian dikerjakan oleh para siswa. Kondisi ini menurut Rara sangat menyulitkan karena jika ada hal yang tidak mengerti sulit untuk ditanyakan.

“Kalau belajar di sekolah, bisa bertanya, langsung ke guru atau teman jika kita belum mengerti. Namun kalau belajar di rumah, saat orang tua tidak tahu, saya harus tanya guru melalui pesan whatsapp,” kata Rara yang baru duduk di kelas VI itu.

Untuk mengatasi kerinduan akan sekolah, Rara dengan teman sebayanya sering bermain sepeda bersama dan terkadang belajar bersama membahas soal-soal pelajaran yang tidak dimengerti, hal itu menurutnya dapat mengusir kerinduan akan sekolah.

“Kalau tugas sudah selesai paling bersepeda sekitar lingkungan, nonton TV atau bermain layaknya anak perempuan,”ungkap Rara bersama Nanda teman sekelas. (Kis-001)

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook