Ketua DPC Sesalkan Pernyataan Pimpinan PAN Asahan


Kisaran.online | Asahan - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Amanat Nasional (PAN) Kecamatan Sei Dadap, Abdul Muid didampingi ketua DPC PAN Kecamatan Rahuning, Nazir menyesalkan pernyataan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Asahan, Syaddad Nasution atas ucapannya kepada masyarakat bernama Fahrul Simangunsong dan rekannya, yang datang bersilaturahmi ke ruangan Fraksi PAN DPRD Asahan beberapa waktu lalu.

Kala itu, Syadad menyinggung pelaksanaan Musyawarah Daerah PAN Asahan yang akan digelar bulan Februari ini dengan menyebut ia lebih layak menjabat sebagai ketua PAN Asahan karena diminta langsung oleh dewan pimpinan pusat.

"Saya sudah bertemu langsung dengan Ketum Zulkifli Hasan dan langsung diminta kembali memipin PAN dikabupaten Asahan,” kata Abdul Muid, menirukan apa yang disampaikan Fahrul kepadanya dengan mengulang pernyataan Syadad.

Dengan demikian, secara otomatis Syadad tak memerlukan dukungan dari DPC PAN di Kecamatan maupun ormas Islam ataupun kader di Asahan, sebab dalam Musda tidak ada pemilihan karena posisi Ketua dihunjuk langsung oleh Ketua Umum di Pusat.

“Atas pernyataan tersebut, saya sebagai kader PAN di kecamatan dan ranting sangat marah. Pernyataan  (Syaddad)  ini sangat menunjukkan keangkuhan dan keegoan sebagai pimpinan Partai. Tak perlu menyombongkan diri dan merendahkan Kader PAN ditingkat kecamatan, aplagi ormas” kata Muid lagi.

Justru, ia menilai kehadiran Partai ditingkat Kecamatan dan ranting sangat mempengaruhi kebesaran partai, kalau antara pimpinan partai tingkat pusat, wilayah,daerah, kecamatan sampai ranting tidak sehat, maka iapun pesimis akan besar kedepan.

Muid menambahkan kiranya Ketum PAN Asahan mampu melihat realita kondisi PAN terkini di kabupaten Asahan. Sesungguhnya, Ketua PAN hari ini telah gagal dalam Pemilu 2019  yang memperoleh 5 kursi, sedangkan Pemilu 2014,  6 kursi.

Terpisah, Ketua DPD PAN Asahan Syadad Nasution dikonfirmasi wartawan membantah apa yang dimaksudkan ketua dua tersebut.

“Gak ada, artinya kalau cabang mau konfirmasi yah langsung lah (ke DPD). Masak dibelakang – belakang,” kata Syadad ditanya perihal pernyataannya yang disoal kader partainya itu.

Iapun mengakui beberapa waktu lalu ada bertemu dengan ketua umum Zulkifli Hasan membicarakan perihal Musda, dan pelaksanaannya diakomodir langsung oleh pimpinan pusat.

“Kalau penyusunan kepengurusan memang sudah ada diarahkan Pak Zulkifli Hasan itu Fraksi PAN yang lima orang itu menyusun kepengurusan. Karena posisinya kita belum musda,” kata Syadad.

“ Karena memang belum musda, gak ada itu istilah mau cabang, bahkan DPW aja gak ada itu bisa mengkomentari kebijakan pusat.  Artinya memang kepengurusan kedepan AD/ART PAN yang baru Pasca Kongres Kendari, memang Musda itu diakomodir langsung oleh dewan pimpinan pusat. Jadi jangankan cabang, DPW aja itu gak boleh mengkomentari pusat. Inilah kadang – kadang mereka gak ngerti kalau apa itu konfirmasi la ke kita,” kata Syadad. (Kis02)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url