Walikota Medan Siap Antisipasi Gelombang III COVID-19

Walikota Medan Bobby Nasution ketika meninjau vaksinasi massal di Medan. (Foto: Istimewa)
 


kisaran.online I Medan: Pemko Medan melalui Tim Satgas Covid-19 terus gencar melakukan patroli untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik, termasuk penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan akan terus melakukan persiapan. Selain masif memperkuat penerapan 3T (Testing, Tracing dan Treatment), juga gencar melakukan akselerasi vaksinasi guna mempercepat terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok) di tengah masyarakat. Guna mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19

Meski pun saat ini angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan terus menurun namun Bobby Nasution menginstruksikan OPD terkait masif melakukan 3T, terutama tracing dan testing terhadap warga yang melakukan melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. 

Guna mencegah terjadinya penyebaran virus Corona, tracing dan testing langsung dilakukan terhadap 9 sampai 15 orang warga yang telah melakukan kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

"Persiapan yang paling penting untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 adalah melakukan pencegahan. Apalagi pelacakan terhadap kontak erat dari seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini harus terus kita perkuat. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi lonjakan,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Selain 3T, Bobby Nasution juga mengebut akselerasi vaksinasi guna mempercepat terwujudnya kekebalan komunal sebagai antisipasi menghadapi gelombang ketiga Covid-19 tersebut. Upaya yang dilakukan orang nomor satu di Pemko Medan ini berhasil, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan hingga 15 November, capai vaksinasi telah menyentuh angka 76,13 persen untuk dosis pertama dan 57,60 persen untuk dosis kedua.

Di samping itu dalam penerapan prokes dan PPKM Level 2, Bobby Nasution pun sangat tegas. Ia tidak mau masyarakat abai sehingga angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Medan yang terus menunjukkan angka penurunan akan meningkat lagi. Bahkan, Sabtu (13/11/2021) malam, Bobby bersama Tim satgas Covid-19 Kota Medan menyegel langsung 3 tempat hiburan malam yakni The Shoot Pool Jalan Patimura, High Five dan Heaven7 Jalan Abdulah Lubis karena melanggar aturan PPKM Level 2 yang telah ditetapkan pemerintah.

“Berkat usaha dan kolaborasi yang dilakukan semua pihak, termasuk masyarakat sudah membawa Kota Medan ke Level 2 penerapan PPKM. Saat kita sedang berupaya keras untuk menjadikan Medan ke Level 1. Untuk itu saya tegaskan kepada para pelaku usaha agar mentaati peraturan yang telah ditetapkan,” tegasnya di salah satu lokasi hiburan malam yang kedapatan melanggar PPKM Level 2 tersebut.

Langkah yang dilakukan Bobby Nasution untuk menegaskan bahwa Kota Medan siap melakukan antisipasi bukan siap menghadapi gelombang ketiga Covid-19. Sebab, pemerintah pusat memprediksi akan terjadi gelombang ketiga Covid-19 setelah libur Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2022. Di samping itu juga mengindikasikan menantu Presiden Joko Widodo ini sebagai kepala daerah paling siap di Sumut mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19.

Antisipasi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 yang dilakukan Bobby Nasution ini dinilai sangat positif oleh Kristian Redison Simarmata dari Suluh Muda Inspirasi (SMI). Menurut Kristian, langkah yang dilakukan Bobby dengan memperkuat pelaksanaan 3T merupakan langkah yang sangat tepat dan harus diapresiasi. Apalagi, Kristian menilai, langkah Wali Kota ini sebagai upaya tegas Kota Medan untuk siap melakukan antisipasi bukan siap menghadapi gelombang ketiga Covid-19.

“Tentu kita berharap kemampuan Pak Wali Kota untuk mendorong seluruh infrastruktur layanan kesehatan pemerintah dan swasta secara massif, terbuka dan transparan untuk bergerak bersama adalah kunci utama. Sebab, penguatan 3T ini harus benar - benar terlaksana dengan baik, sehingga proses preventif dalam menghadapi gelombang ketiga yang diharapkan dapat berjalan maksimal sekaligus menghindari terjadinya lonjakan kasus Covid-19,” ungkap Kristian.

Di samping itu, lanjut Kristian, penguatan sarana dan prasarana kesehatan merupakan syarat mutlak dalam menghadapi gelombang ketiga, sekaligus memperbaiki mutu serta kualitas layanan kesehatan di Kota Medan untuk kedepannya, terutama penanganan masyarakat yang terpapar (isolasi terpadu maupun mandiri).

Selain memperkuat pelaksanaan 3T dan percepatan akeselasi vaksinasi yang dilakukan, Kristian juga berharap agar Pemko Medan memiliki ketersediaan vaksin dan jadwal yang pasti serta mudah diakses publik guna memudahkan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Selain itu juga terus melakukan edukasi dan pengawasan dalam setiap kegiatan publik agar senantiasa disiplin menjalankan prokes sebagai langkah membangun kesadaran masyarakat.

Dengan langkah yang dilakukan trsebut, Kristian pun menilai Bobby Nasution bisa dikatakan sebagai Kepala daerah di Sumut yang paling siap melakukan antisipasi gelombang ketiga Covid-19. “Bisa dibilang paling siap, intinya Pak Wali Kota siap dan waspada. Sebagai kepala daerah, ia telah melakukan langkah yang tepat dan benar. Jadi sangat antisipatif, tinggal Pak Wali harus lebih mengintensifkan jajarannya. Kalau pribadi Pak Wali Kota sudah bagus, apalagi mau turun kesana kemari sudah sangat bagus,” pungkasnya.

Penilaian senada juga disampaikan pengamat kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr dr Delyuzar M Ked (PA) Sp PA (K). Dikatakannya, langkah Wali kota yang terus meningkatkan meningkatkan tracing merupakan langkah sangat tepat, sebab hal itu guna mengetahui jika ada kasus warga yang terkonfirmasi postif Covid-19. Begitu juga dengan melakukan testing sebagai upaya untuk mengetahui besaran kasus yang sesungguhnya, serta langsung melakukan treatment jika terbukti positif dengan melakukan diisolasi agar tidak bercampur dengan warga yang sehat sehingga kasus tersebut tidak meningkat.

“Langkah ini sudah tepat, saya dukung program Pak Wali Kota dalam memperketat pelaksanaan 3T sebagai langkah antisiapsi yang harus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus gelombang ketiga Covid-19. Artinya, Pak Wali Kota siap melakukan antisipasi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 ini, bukan siap menghadapi nya. Intinya, Pak Wali Kota lebih mengarah ke antisipasi agar tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19,” jelas Delyuzar. (Kis-001)


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url