Alami Infeksi Paru-paru, Lindawati Ungkap Pengalaman Dapatkan Pelayanan Kesehatan JKN KIS

Kisaran.online | Tanjungbalai – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah membantu masyarakat Indonesia dalam mengakses kesehatan termasuk untuk peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). 

Foto: Lindawati saat menceritakan pengalamannya menggunakan fasilitas JKN KIS saat berobat.

Salah satu peserta PBI yang telah menerima manfaat tersebut adalah Lindawati (54). Ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tanjungbalai saat menemani sang anak mengecek kepesertaan JKN-KIS pada Senin (27/12/2021), Lindawati bersedia menceritakan pengalamannya memanfaatkan JKN-KIS untuk pengobatan infeksi paru-paru.

Gejala awal Lindawati mengalami infeksi paru-paru ditandai dengan demam dan kepala pusing yang tidak ditangani dengan baik.

“Awalnya saya sering demam dan pusing. Selama sekitar dua bulan, saya tidak periksakan ke dokter dan hanya meminum obat antara lain obat sakit kepala migrain, paracetamol dan antibiotik tanpa resep dokter. Waktu itu saya kira-kira saja dosisnya karena biasanya saya demam hanya minum obat begitu juga langsung sembuh,” ungkap warga Kecamatan Datuk Bandar Timur tersebut.

Karena keadaan yang tidak kunjung membaik bahkan semakin parah, Lindawati memutuskan untuk memeriksakan diri ke klinik. Hal ini dilakukan oleh ibu dari sembilan orang anak tersebut setelah merasakan gejala lain seperti batuk dan sesak nafas. Setelah menjalani pemeriksaan, Lindawati didiagnosis menderita infeksi paru-paru.

“Setelah diperiksa darah, saya akhirnya dirawat inap selama empat hari di klinik. Setelah itu, saya dirujuk ke RSUD Dr. Tengku Mansyur untuk dicek lebih lanjut seperti rontgen. Kata dokter infeksi paru-paru. Saya rutin kontrol tiap minggu bolak balik ke rumah sakit sekaligus ambil obat. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh,” ungkap Lindawati.

Infeksi paru-paru adalah penyakit peradangan yang mempengaruhi bagian saluran udara sampai kantong udara paru-paru. Adapun gejala yang dapat dirasakan penderita antara lain adalah batuk, sesak, nyeri dada, demam tinggi, badan pegal-pegal dan kelelahan.

Lindawati beryukur akan pelayanan yang memuaskan dan tanpa biaya yang diterimanya saat memanfaatkan Program JKN-KIS miliknya.

“Pelayanannya bagus. Sempat berpikir juga kalau peserta yang gratis (red: segmen Penerima Bantuan Iuran) prosesnya akan lama, kebetulan saya baru kali itu pakai (red: JKN-KIS). Ternyata tidak dipersulit sedikitpun. Selain itu kami juga bersyukur karena semua pelayanan dan obat-obatan ditanggung JKN-KIS. Anak saya juga pernah pakai untuk operasi caesar dan tidak dipungut biaya apapun. Jadi, kami sangat terbantu karena saya hanya ibu rumah tangga dan suami kerjanya mocok-mocok (red: serabutan), rumah juga masih mengontrak,” tutup Lindawati. (Kis-02)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url