Pengabdian Masyarakat Digelar STMIK Royal Kisaran Bantu Pembuatan Website Bagi BKPRMI

Kisaran.online | Asahan  - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Royal Kisaran  terdiri dari dosen dan mahasiswa berkolaborasi bersama memberikan pendampingan kepada remaja masjid yang tergabung dalam Badan Kemakmuran Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) dalam workshop yang digelar Sabtu (8/1/2022) di aula kantor Camat Kisaran Timur. 


 

Pada kesempatan itu, beberapa materi pelatihan disampaikan antara lain manajemen domain dan hosting website BKPRMI Asahan, penggunaan wordpress CMS sebagai integrasi informasi dan publikasi serta pelatihan SDM unggul di era digital.  

Pada kesempatan itu, sejumlah dosen STMIK Royal Kisaran termasuk Ketua Wan Mariatul Kifti, pembantu ketua III Sudarmin, M.Kom serta sejumlah dosen yang berkompeten dibidangnya diantaranya Santoso, SE., MM, Elly Rahayu, SE., MM       , Herman Saputra, M.Kom, Rolly yesputra, M.Kom Andri Nata, M.Kom , Adi Prijuna Lubis, M.Kom, Edi kurniawan, M.Kom, Nasrun marpaung, M.Kom, Nuriadi, M.Kom, Nofriadi, M.Kom.

Kemudian, ikut pula beberapa mahasiwa dalam pengabdian tersebut diantaranya, Fahri Irawan, Tomi Syaipullah, Nur Ahmad Fauzi, Syahira, Tri Anjar Ningsih, Sri Maharani dan Fifi safitri.

Wan Mariatul Kifti, SE., MM selaku Ketua STMIK Royal Kisaran sekaligus menjadi pelaksana pengabdian pada masyarakat menuturkan ada banyaknya manfaat pengabdian masyarakat bagi dosen. Pengabdian kepada masyarakat atau PKM menjadi satu diantara 3 tugas pokok dosen yang tercantum di dalam Tri Dharma.

“Sehingga PKM menjadi sebuah agenda rutin yang akan dilakukan dosen selain mengajar dan meneliti. Beberapa dosen tentu sudah paham apa saja manfaat dari pelaksanaan PKM. Tetapi yang terpenting dalam kegiatan ini kami mengikut yasertakan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Sudarmin, M,Kom selaku Wakil Ketua III STMIK Royal Kisaran menuturkan  masyarakat adalah tugas pokok dosen, sehingga sifatnya wajib. Pengabdian masyarakat sendiri merupakan proses implementasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya langsung kepada masyarakat menggunakan metodologi ilmiah sebagai penyebaran Tri Dharma.

Secara sederhana, pengabdian masyarakat bisa diartikan sebagai proses implementasi atau penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki dosen kepada masyarakat. Sebab sejatinya, dosen tidak hanya dituntut dan diharapkan untuk bisa berbagi ilmu pengetahuan dengan mahasiswa di kampus. Melainkan juga kepada masyarakat.

“Lewat pengabdian masyarakat inilah para dosen memiliki kesempatan untuk bisa menerapkan ilmu yang dimiliki secara langsung. Dimulai dengan memberi pengarahan, atau sosialisasi agar masyarakat tahu teknologi dan ilmu pengetahuan yang disampaikan dosen. Kemudian bersama masyarakat tersebut mulai diterapkan,” tutup Sudarmin. (KIS02)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url