Empat Sekawan Timbun BBM di Ciduk Satreskrim Polres Asahan

 

kisaran.online, Asahan - Siang menjelang sore halaman Polres Asahan mendadak ramai seperti tempat hiburan dimalam Minggu, keramaian yang tercipta karena puluhan awak media, baik dari media cetak, online dan Tv hadir memenuhi undangan press release.

Meski udara menyengat dan jadwal telat tidak menyurutkan awak media untuk menunggu press release terkait kasus Bahan Bakar Minyak (BBM).

Seperti diketahui dengan naiknya harga BBM sedikit menggoyang perekonomian masyarakat kecil dan memberikan peluang para cukong untuk memanfaatkan momen mencari Cuan.

Release yang dimulai dengan paparan Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj, didampingi Dandim 0208/AS Letkol Inf Franki Susanto, Kajari Asahan Dedyng Wibiyanto Atabay, perwakilan Pertamina dan kasat Reskrim Polres Asahan, sedangkan 4 orang tersangka berjejer manis di belakang.

"Berawal kita mendapat laporan masyarakat bahwa ada penimbunan BBM jenis Solar di Gudang CV. MJS, di Desa Tanah Rendah, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan. Sehingga pada Kamis (8/9) dilakukan pemeriksaan, ditemukan 36 jerigen berisi 38 liter BBM subsidi jenis solar, 9 drum plastik 180 liter, Kemudian 1 drum berisikan 89 liter, 2 truk BK 8157 LY, dan BK 9327 YH," kata Kapolres dihalaman Polres Asahan, Selasa (13/9/2022)

Roman juga mengatakan para tersangka menggunakan modus membeli BBM subsidi jenis solar, di SPBU menggunakan truk dengan cara berulang kali dan disuling ke jerigen dan drum.

"Tim Satreskrim dari unit Tipiter berhasil mengamankan FSNH, sebagai pendana dan penyedia tempat, kemudian BG, UP, dan AS sebagai supir truk, dan penyuling BBM dari tangki truk ke jerigen," ujar orang nomor satu di jajaran Polres Asahan.

BBM ini, kata mantan Kapolres Tapanuli Selatan akan dijual lagi ke pengecer (along-along) dengan harga Rp7.800 per liter, untuk dijual lagi ke petani dan nelayan.

“Kepada 4 orang ini dikenakan pasal 55 UU RI No 22/2001 tentang Minyak dan Gas, yang dimaksud dalam Pasal 40 UU RI No 11/2020 tentang cipta kerja dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda 60 miliar," jelas Roman.(Kis-03)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url